Pada jaman penuh persaingan seperti sekarang ini para pedagang harus benar- benar memutar otak agar dagangannya
laku keras. Melariskan dagangan tidak harus menghalalkan segala cara namun tetap berada pada rambu-rambu kebenaran. Pedagang jangan sampai menjual martabat hanya untuk mendapatkan secuil martabak. Oleh karena itu pedagang harus memiliki kiat khusus agar barang yang dijualnya banyak diminati oleh pembeli. Kesalahan dalam
ucapan dan perilaku dalam suatu usaha bisa menimbulkan kerugian, baik moril maupun materiel. Berikut disampaikan 5 Cara Ampuh Melariskan Dagangan:
1. IKLAS. Seorang pedagang harus
memiliki keikhlasan dalam berdagang. Ikhlas hanya bisa dimiliki oleh pedagang yang telah meluruskan niatnya yaitu “berdagang untuk ibadah” Dengan niat yang lurus tersebut Insya Allah usahanya akan mendapat barokah dari Allah dan cara berdagangnya juga tetap pada koridor yang benar. Dengan niat yang lurus pula pedagang akan selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah Ta'alla
2. JUJUR. Seorang pedagang harus jujur dalam menjalankan usahanya. Pedagang yang berhasil mengelabui pembeli hanya akan mendapatkan uang lebih sesaat saja, setelah itu pembelinya akan menghindar
dan tak akan kembali lagi untuk membeli dagangannya.
Jika ada barang dagangan yang rusak jangan dijual lagi. Dagangan
yang rusak juga jangan diletakkan
dibawah barang yang bagus atau icampur dengan barang yang bagus.
Beberapa pedagang sering berkata : ”Harga kulakannya saja lebih dari itu pak, masa ditawar Rp.50 ribu “, padahal harga
barang itu hanya Rp.30 ribu. Ada juga pedagang yang berkata : ” Saya tidak mengambil untung lho bu “. Perkataan pedagan tersebut hanya merupakan akal- akalan saja agar dagangannya.
3. TERSENYUMLAH. Seorang pedagang harus ramah dan murah senyum kepada pembelinya.
Ada kata bijak yang
berbunyi : JIKA ENGKAU TIDAK BISA TERSENYUM, JANGAN MEMBUKA TOKO.
Sikap dan ucapan pembeli memang kadang bisa membuat pedagang dongkol atau sebel.
Ucapan : ” Masa mangga kecil-kecil begini Rp. 12 ribu, Mang ?”, tak perlu dijawab dengan :” Mangga ya memang segitu
ukurannya bu, kalau mau besar ya beli saja semangka ” .
Tak jarang pula pembeli yang rewel dalam memilih barang. Sudah diambilkan yang warna hitam, minta ganti yang warna
biru. Warna biru sudah diturunkan minta ganti yang warna jingga. Jika pedagang
tidak sabar lalu berkata : ” Ibu ini mau membeli atau hanya bermain-main dengan warna “, pasti situasi akan memanas. Senyum pedagang membuat pembeli senang
4. JANGAN SERAKAH. Seorang pedagang jangan serakah dalam mengambil keuntungan dari barang yang dijualnya. Semua orang memang membutuhkan
uang namun keserakahan tentu sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Pedagang seyogyanya mengambl untung secara wajar sebagai upah jerih payahnya
dalam berjualan.
5. MEMANFAATKAN WAKTU. Ini penting, seorang penjual akan selalu senang berlama2 dengan pembeli memberikan penjelasan secara iklas dan tidak buru2. Bebera pembeli memang terkadang sibuk sendiri, maka ini memerlukan perhatian khusus. Ulang dan ulang lagi penjelasan, jelaskan semua prodak dari A s/d Z dan jangan buru-buru untuk meminta order. Dan jangan buru-buru pamitan sebelum mendapatkan order.
Silahkan Dicoba Agan-Agan
Salam Succes

Makasih infonya
ReplyDelete